Fajar Fikri Bidik Gelar Kejuaraan Dunia Bulutangkis
Kicae.com – Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, mengincar gelar juara di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 yang berlangsung di Indira Gandhi Stadium, New Delhi, India, pada 17-23 Agustus 2026, dilansir dari Detik Sport.
Penyelenggaraan turnamen bergengsi yang dimulai bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia tersebut dimanfaatkan oleh pasangan ganda putra peringkat dua dunia ini untuk membakar semangat bertanding mereka demi memberikan kado kemerdekaan bagi Tanah Air.
“Ya, pasti ingin (beri kado buat Indonesia). Kalau bisa ya dapat hasil terbaik juara, ya mungkin itu bisa jadi hadiah buat Indonesia ya,” ujar Fikri.

Ajang Kejuaraan Dunia 2026 ini menjadi debut pertama Fajar/Fikri di turnamen tingkat dunia sejak awal dipasangkan. Kepercayaan diri mereka sedang melambung berkat torehan gelar juara berturut-turut pada ajang Japan Open dan China Open 2026 setelah menumbangkan ganda Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
“Peluang pasti ada ya, untuk siapa pun peluang itu pasti terbuka lebar. Cuma balik lagi ke masing-masing individu ya, karena World Championships itu ya pertandingan yang cukup sangat ingin diraih,” kata Fikri.
Meskipun mengantongi tren positif dari Asia, pemain berusia 26 tahun tersebut enggan bersikap jemawa dalam menghadapi persaingan ketat di New Delhi nanti.
“Jadi kadang kalau kita terlalu menggebu-gebu juga itu tidak baik. Jadi ya kita harus lebih fokus saja, step by step saja sih,” kata Fikri.
Fikri menegaskan bahwa atmosfer kompetisi ajang major event memiliki tingkat tekanan yang jauh melampaui turnamen BWF World Tour biasa.
“Ya, yang pasti berbeda. World Championships karena itu salah satu major event, jadi pasti berbeda ya. Karena persaingannya jadi lebih ketat lagi, dan kita enggak boleh lengah mau lawan siapa pun,” tutur Fikri.
Kewaspadaan tinggi juga diterapkan kepada para pebulu tangkis non-unggulan yang berpotensi memberikan kejutan sepanjang turnamen.
“Kita enggak hanya melihat pemain-pemain top saja, mungkin yang di bawah pemain-pemain top juga pasti mereka juga akan menjadi kuda hitam untuk meraih kemenangan. Dan itu sangat berbahaya sih,” katanya.
Selain mengincar kado HUT RI, Fajar/Fikri memikul misi memutus dahaga gelar ganda putra Indonesia pada Kejuaraan Dunia yang terakhir kali diraih oleh Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada edisi 2019 di Basel, Swiss, setelah Indonesia absen meraih emas pada edisi 2021, 2022, 2023, dan 2025.